Berbagai Informasi Masa Kini | Terbaru | 2020

Jumat, 11 Desember 2020

Jumat, Desember 11, 2020 | ,    Berkomentar

Amankah Sering Mengganti Bahan Bakar Mobil yang Digunakan?

Secara umum, ragam bahan bakar untuk kendaraan beroda empat di Indonesia meliputi premium, pertalite, pertamax, pertamax turbo, juga solar untuk mobil bermesin diesel. Variasi jenis bahan bakar ini dibedakan atas bilangan oktana (oktan) yang dicocokkan dengan kompresi atau tekanan pada mesin kendaraan. Nah, dari beberapa jenis bahan bakar ini, pernahkah Anda menggonta-ganti bahan bakar kendaraan yang baru Anda beli dengan harga cicilan mobil bekas murah

Jika pernah, maka sudah saatnya Anda menghentikan kebiasaan ini. Pasalnya, sering gonta-ganti jenis bahan bakar untuk mobil ternyata punya dampak buruk, lho. Apa sajakah dampak buruk yang dimaksud? Simak jawabannya dalam artikel berikut!

1. Memengaruhi Kinerja Mesin

Seperti yang sudah disebutkan di atas, tiap jenis bahan bakar punya tingkat bilangan oktana yang berbeda untuk beragam kompresi mesin. Ketika mesin mobil mendapat pasokan bahan bakar dengan bilangan oktana rendah lalu tinggi, atau sebaliknya, mesin perlu melakukan penyesuaian. Tak ayal, sering menggota-ganti jenis bahan bakar dapat mengacaukan kinerja mesin. Contoh efek samping pada kinerja mesin bisa berupa performa kendaraan yang menurun atau mesin yang sulit dihidupkan.

2. Membuat Mesin Berkerak

Tak cukup menimbulkan kerusakan pada mesin, sering menggonta-ganti bahan bakar juga bisa membuat mesin berkerak. Lapisan kering ini berasal dari sisa penggunaan jenis bahan bakar yang tidak sesuai dengan kebutuhan kompresi mesin. Ketika proses pembakaran terjadi, bahan bakar tak cocok tersebut tidak terpakai sepenuhnya. Akhirnya, ia meninggalkan residu yang akan mengeras bila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama. Kerak ini punya efek samping yang tidak bagus buat kendaraan Anda. Sebab, mesin kendaraan bisa kehilangan tenaga, dan konsumsi bahan bakar akan semakin boros.

3. Mengeluarkan uang yang lebih

Dampak buruk terakhir berhubungan dengan finansial atau keuangan Anda. Sebab, sengaja memilih menggunakan bahan bakar dengan harga mahal tidak serta merta bisa meningkatkan performa mesin lebih baik. Hal ini didasari oleh kebutuhan kompresi mesin mobil yang Anda miliki.  Di saat yang sama, sengaja memakai bahan bakar dengan harga murah juga tidak otomatis membuat Anda menjadi hemat. Sebab, lagi-lagi, konsumsi bahan bakar bergantung pada kebutuhan kompresi mesin kendaraan Anda. Untuk itu, menggonta-ganti jenis bahan bakar adalah hal yang kurang bijak. Bukannya berhasil menaikkan performa mesin atau menghemat, Anda justru berkemungkinan besar harus mengeluarkan uang lebih karena kerusakan-kerusakan yang timbul karena ketidakcocokkan bahan bakar dengan mesin mobil.

Sebenarnya, mengganti bahan bakar itu merupakan hal yang sah-sah saja, terlebih jika Anda sedang berada dalam situasi darurat. Misalnya, Anda biasa memakai bahan bakar beroktan tinggi untuk kendaraan Anda, namun harus mensubstitusi dengan bahan bakar berkotan sedang atau rendah ketika sedang melakukan perjalanan keluar kota. Namun, hal ini tidak bisa dilakukan terus-menerus. Pun ketika Anda hendak kembali mengisi bahan bakar beroktan tinggi, sebisa mungkin bahan bakar beroktan rendah dalam tangki mobil Anda sudah habis. Tujuannya supaya tidak terjadi percampuran antara keduanya. 

Demikianlah ulasan tentang dampak-dampak buruk dari kebiasaan gonta-ganti bahan bakar. Semoga setelah tahu efek samping di atas, Anda tidak lagi melakukan hal tersebut, ya.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar